Label

agribisnis ternak ruminansia

agribisnis ternak ruminansia

Jumat, April 08, 2011

macam-macam simpul

Simpul Tali Temali
Dalam Pramuka kita mengenal dengan istilah Tali Temali, nah di Saka Bakti Husada juga kita akan lebih memperdalam tentang bagaimana cara membuat dan menggunakan Tali Temali.

Dalam tali temali kita sering mencampuradukkan antara tali, simpul dan ikatan. Hal ini sebenarnya berbeda sama sekali. Tali adalah bendanya. Simpul adalah hubungan antara tali dengan tali. Ikatan adalah hubungan antara tali dengan benda lainnya, misal kayu, balok, bambu dan sebagainya.

Macam simpul dan kegunaannya

1.Simpul ujung tali
Gunanya agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas.

2.Simpul mati
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dan tidak licin.

3.Simpul anyam
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan
dalam keadaan kering.

3.Simpul anyam
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan
dalam keadaan kering.

5.Simpul erat
Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan.

6.Simpul kembar
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya dan dalam
keadaan licin.

7.Simpul kursi
Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan .

8.Simpul penarik
Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar.

9.Simpul laso
Gunanya untuk menjerat binatang.

10.Simpul pangkal
Gunanya untuk permulaan ikatan untuk mengikat tali pada tiang/kayu.

11.Simpul erat/tambat
Gunanya Untuk memulai ikatan dan digunakan untuk menyeret balok.

12.Simpul tiang
Gunanya Untuk mengikat benda hidup/leher binatang agar yang diikat
tidak terjerat, dan untuk menambatkan tali pengikat binatang pada pohon
agar binatang itu dapat bergerak bebas.

13.Simpul tarik
Gunanya Untuk turun kejurang atau dari atas pohon.

14.Simpul tiang berganda
Gunanya Untuk mengangkat atau menurunkan benda/manusia.

15.Simpul gulung
Gunanya Untuk diikatkan pada tali penarik agar orang lain dapat
membantu menarik.

16.Simpul nelayan/pemukat
Gunanya Untuk menarik balok kayu yang besar.

17.Simpul tangga tali
Gunanya Untuk membuat tangga tali.

18.Simpul jangkar
Gunanya Untuk membuat tanduk darurat atau mengikat ember/timba.

19.Simpul hidup
Gunanya Untuk mengikat tiang.

20.Simpul tetap
Gunanya Untuk mengikat tali pada tiang lebih lama.

21.Simpul hidup berganda
Gunanya Untuk mengikat tiang atau mengangkat balok.

22.Simpul guling
Gunanya Untuk mengikat tiang.

Untuk gambar macam-macam simpul dapat dilihat di bawah ini



Macam Ikatan dan Kegunaannya

1.Ikatan pangkal
Gunanya untuk mengikatkan tali pada kayu atau tiang, akan tetapi ikatan
pangkal ini dapat juga digunakan untuk memulai suatu ikatan.

2.Ikatan tiang
Gunanya untuk mengikat sesuatu sehingga yang diikat masih dapat bergerak
leluasa misalnya untuk mengikat leher binatang supaya tidak tercekik.

3.Ikatan jangkar
Gunanya untuk mengikat jangkar atau benda lainnya yang berbentuk ring.

4.Ikatan tambat
Gunanya untuk menambatkan tali pada sesuatu tiang/kayu dengan erat,
akan tetapi mudah untuk melepaskannya kembali. Ikatan tambat ini
juga dipergunakan untuk menyeret balik dan bahkan ada juga
dipergunakan untuk memulai suatu ikatan.

5.Ikatan tarik
Gunanya untuk menambatkan tali pengikat binatang pada suatu tiang,
kemudian mudah untuk membukanya kembali. Dapat juga untuk turun
ke jurang atau pohon.

6.Ikatan turki
Gunanya untuk mengikat sapu lidi setangan leher

7.Ikatan palang

8.Ikatan canggah

9.Ikatan silang

10.Ikatan khaki tiga

Untuk gambar macam-macam ikatan dapat dilihat di bawah ini.

tali temali

Tali temali – 01

Simpul dan Tali-temali
Simpul adalah ikatan pada tali atau tambang yang dibuat dengan sengaja untuk keperluan tertentu. Ikatan itu sendiri, khususnya yang digunakan pada saat Panjat Tebing, terbagi kedalam empat macam. Klik pada rantai tulisan bergaris bawah untuk keterangan dan gambar lebih jelas tentang beragam simpul dan cara membuatnya.

PERINGATAN! Semua tutorial pembuatan simpul dan mekanisme teknis panjat memanjat enggak bisa dipelajari dari sekedar membaca artikel. Carilah nasehat profesional langsung dari para ahli karena kesalahan dalam pembuatan dan penggunaan bisa berakibat FATAL.

Simpul Pengunci/ Kancing (Stopper Knots):

simpul yang dibuat untuk menghindari lepasnya ujung atau ekor tali dari ikatan yang berbentuk lingkaran pada tali tersebut. Dengan adanya simpul pengunci ini ujung tali akan terjerat/ terkunci sekiranya ekor tali tersebut akan terlepas/ keluar dari satu lubang tertentu.

Simpul Penyambung (Bends):

sheet_bend_x2.gif

simpul yang digunakan untuk menyambung dua tali/ tambang untuk menghasilkan tali gabungan yang lebih panjang. Simpul ini bisa digunakan juga pada dua tali yang ukuran diameternya berbeda.

Simpul Melingkar (Loops):

seperti yang disebutkan oleh namanya, simpul yang satu ini membentuk satu lingkaran atau lebih, biasa juga disebut mata, dan umumnya dibuat pada bagian ekor tali/tambang. Simpul ini kuat dan sangat tidak mudah terlepas.

Simpul Pengikat (Hitches):

simpul yang diikat pada benda atau objek lain, contohnya karabiner atau alat proteksi tradisional. Benda/ objek lain ini bisa juga tali/ tambang lain yang bukan digunakan untuk mengikat simpul ini (simpul tali yang diikatkan ke tali lain).
PEMELIHARAAN SAPI PERAH
1. Pemeliharaan Induk Bunting
a. Makanan mengandung Ca dan P yang cukup untuk pertumbuhan
janin serta dengan SK minimum 13 %.
b. Keadaan fisik
c. Exsercise dengan jalan-jalan atau padang gembala.
d. Makanan penguat menjelang induk beranak, untuk :

-pembentukan ambing, khususnya untuk sapi dara
-pembentukan colustrum
-berpengaruh pada produksi susu masa laktasi yang akan
datang
e. Pemerahan harus dihentikan 1½ - 2 bulan setelah melahirkan
(sapi kering)

Pemerahan pada umumnya dilakukan 2 kali sehari pada jam-jam yang sudah pasti dan dilaksanakan dengan pemerahan yang lembut. Dalam persiapan pemerahan yang perlu diparhatikan adalah
menenangkan
sapi,
membersihkan

kandang, membersihakan bagian tubuh, mengikat ekor, mencuci ambing. Cara pemerahan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan 1). memegang pangkal puting susu antara ibu jari dan jari tengah 2). menggunakan kelima jari tangan.
Pemeliharaan sapi sedang kering berguna untuk :

Mengembalikan kondisi tubuh atau memberikan istirahat pada sapi
agar produksi yang akan datang baik

Mengisi kembali kebutuhan vitamin-vitamin dan mineral-mineral
setelah laktasi sehingga sapi tetap sehat.

Menjamin pertumbuhan fetus dalam kandungan

2. Pemeliharaan Pedet (lahir – 8 bulan)
a. Pedet sesudah lahir
-Membersihkan lendir yang ada pada mulut dan seluruh tubuh
-Memotong tali pusar, dipotong ± 10 cm dan diolesi mercurochrom
atau yodium, sulfa powder, anti biotik untuk mencegah infeksi.
-Diusahakan pedet memperoleh colustrum pada induknya apabila

induk mati bisa diberikan colustrum buatan. Colustrum ialah produksi susu 5-7 hari pertama pada ternak yang baru melahirkan. Colustrum sangat penting bagi pedet karena :

Mengandung banyak protein dan vitamin A, B serta C yang sangat
dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kesehatan pedet.

Mengandung anti bodi untuk mencegah adanya infeksi

Bekerja sebagai laxantia yang membantu pencernaan dan
meconium.
b. Pedet Lepas Sapih
-Pemberian susu pada pedet sampai berumur 2½ - 3 bulan setelah
itu pedet disapih.
-Dehorning (pemotongan tanduk)
Tujuan dari penghilangan tanduk ini adalah

-Untuk menghindarkan bahaya penandukan
-Menghindarkan kerusakan kulit
-Menghemat ruangan
Ada 3 Metode pemotongan tanduk yaitu :
-Penggunaan bahan kimia. Bahan yang umum digunakan yaitu
caustic soda dan perlu berhati-hati dalam menggunakan bahan
itu untuk menghindari luka bakar.
-Penggunaan alat pemotong listrik. Alat tersebut dipasang pada
pangkal tanduk selama 10 detik dan akan merusak sel-sel
tanduk maupun mencegah pertumbuhan tanduk selanjutnya

-Pemotongan dengan gergaji. Tanduk dipotong 1 cm dari

pangkal kulit untuk mengurangi pendarahan tanduk dilakukan dengan jarum mesin jahit yang telah diberi benang dan memasukkannya dibawah pembuluh utama tanduk baru diikat.
c. Penjagaan kesehatan
3. Pemeliharaan Sapi Dara (Heifer) 9 bulan – beranak pertama
-Pemberian ransum pada sapi perah dara harus selalu diawasi agar
jangan sampai kegemukan atau mengalami pertumbuhan yang
terlambat
-Pembesaran dara untuk dijadikan induk mempunyai dua tujuan :
a. Pengganti Induk

Sapi perah induk mesti ada yang dikeluarkan dengan alasan sapi yang berproduksi susu rendah, mengidap penyakit tertentu, sudah berumur tua sehingga produksi turun dan alasan lain.
b. Pengembangan Usaha
Pengembangan usaha dengan jalan menambah jumlah
populasi dapat ditempuh dengan 2 cara :

Membesarkan sapi dara yang berasal dari sapi perah sendiri.

Membeli bibit siap perah dari luar
Kriteria sapi dara yang digunakan sebagai calon induk adalah :

Berasal dari turunan yang mempunyai kemampuan produksi
tinggi

Menunjukkan pertumbuhan yang baik dan normal

Tidak mempunyai cacat tubuh dan tidak mengidap penyakit
apapun
-Sapi dara dikawinkan umur 14 – 17 bulan sehingga diharapkan
dapat beranak dan memproduksi susu pada umur 23 – 26 bulan.
Lama bunting sapi rata-rata 280 hari. Sapi dewasa yang baru

beranak dikawinkan kembali sesudah 60-90 hari agar jaringan alat
reproduksi yang rusak akibat melahirkan telah pulih kembali.
-Kekurangan pemeliharaan atau perawatan di masa-masa
pertumbuhan akan mengakibatkan :

Sapi sulit bunting bila dikawinkan.

Sering terjadi kesulitan dalam melahirkan (distochia).

Pedet yang dilahirkan kecil dan lemah

Produksi air susu sedikit
4. Pemeliharaan sapi dewasa
a. Pemeliharaan badan :

Tujuan dari pemeliharaan badan adalah menjaga kesehatan sapi, menjaga produksi susu tetap stabil dan menghindarkan pengotoran susu dari bulu-bulu yang rontok.
b. Pemeliharaan kuku
Kuku yang tidak dipelihara dapat berakibat :
-Kedudukan tulang racak menjadi salah yang menimbulkan titik
jatuh hewan jatuh pada racak bagian belakang.

-Bentuk punggungnya seperti busur
-Mudah kena penyakit kuku
-Sapi menjadi pincang
5. Pemeliharaan sapi jantan
a. Pemberian cincin hidung.

Dilakukan pada saat sapi berumur 6 bulan dengan cara melubangi sekat hidung pada bagian yang paling tipis. Maksud dari pemberian cincin hidung ini adalah untuk mempermudah perawatan dan latihan serta mengurangi bahaya kebih-lebih sapi jantan.
b. Melatih pejantan.
Latihan diperlukan agar sapi menjadi lebih jinak sehingga lebih
mudah dikuasai dan dirawat.
c. Penambatan sapi

Agar sapi tidak tersakiti maka tali yang di tambatkan ke kandang
bukanlah tali yang ditambatkan pada cincin hidungnya.
d. Batas umur untuk dikawinkan.

Dengan pemeliharaan dan perawatan yang baik seekor sapi pejantan dapat dipergunakan sebagai hewan pemacek sampai umur 12-15 tahun.

dipping

TEAT DIPPING

teatdip2Teat dipping merupakan suatu proses sucihama puting sapi perah oleh larutan tertentu yang dilakukan setelah pemerahan. Hal ini penting dilakukan dalam rangka untuk mengendalikan penyakit radang ambing/ mastitis. Setelah selesai proses pemerahan, keempat puting pada satu ekor sapi harus segera disucihamakan dengan larutan desinfektan/ antiseptik. Caranya dengan merendam puting ke dalam larutan desinfektan/ antiseptik selama beberapa detik atau puting disemprot larutan desinfektan/ antiseptik dengan alat semprot (sprayer)

Keuntungan melakukan teat dipping adalah untuk mencegah mikroba masuk ke dalam puting sehingga mastitis dapat di cegah dan dikendalikan, tetapi bila kita terlambat melakukan teat dipping maka mikroba yang sudah berada dalam puting akan tumbuh berkembang karena setelah 15-30 menit post pemerahan mikroba sudah masuk jauh ke rongga puting.

Antiseptik dan antibiotik adalah bahan antimikrobial yang memiliki kemampuan untuk membunuh bakteri tertentu namun perlu diketahui penggunaan desinfektan/ antiseptik dengan konsentrasi yang terlalu tinggi dan waktu yang terlalu lama akan menyebabkan desinfektan/antiseptik menjadi tidak efektif, membakar kulit dan berbahaya bagi ternak. Banyak antiseptik dan desinfektan dipasaran yang bisa dipakai. Diantaranya yang sering digunakan adalah alkohol 70%, chlorhexidin, kaporit, dan yodium.

1. Alkohol 70% ( Etanol 70% )

Berdasarkan hasil penelitian, etanol 70% secara efektif dapat dipakai untuk teat dipping sapi perah setelah pemerahan untuk mencegah mastitis dengan cara mencelupkan puting susu selama 10 menit. Etanol menunjukkan aktivitas mikroba yang cepat dan berspektrum luas melawan bakteri vegetatif virus, jamur, tetapi tidak sporosidal. Sel Staphylococcus aureus sebagai penyebab mastitis tidak memiliki spora sehingga akan mati dengan pemberian etanol. Pada penggunaan etanol 90% zone hambat terhadap Staphylococcus aureus lebih kecil dibandingkan etanol 70% karena jumlah air dalam larutan berkurang sehingga aktivitas katalitik air menurun. Sedangkan etanol dibawah 50% tidak efektif membunuh bakteri Staphylococcus aureus.

2. Chlorhexidin

Merupakan sediaan khlor sintetik alkalis yang bertindak cepat, mudah larut air, tidak menyebabkan iritasi dan tidak bersifat toksik. Bahan pembasmi kuman ini paling efektif terhadap gram positif & gram negatif serta virus terutama penyebab rabies.

Chlorhexidin sering dipakai untuk desinfeksi alat pemerahan dan ambing. Untuk teat dipping digunakan larutan 0,2 – 5 %. Kadang- kadang khlorhexidin dikombinasikan dengan surfaktan, zat warna atau bahan lain misal gliserin.

Sediaan khlor yang juga biasa digunakan antara lain sodium hipoklorit , kaporit, khloramin T, dan iodin monokhlorida.

Sodium hipoklorit yang biasa dipakai sebagai pemutih pakaian juga bisa digunakan untuk teat dipping. Produk komersial ( yang biasanya mengandung hipoklorit 6, 25%) harus diencerkan 4 bagian pemutih ke dalam 1 bagian air untuk mengurangi konsentrasi tetapi penggunaan produk ini tidak dianjurkan.

Berdasarkan hasil percobaan, level kaporit yang menghasilkan daya hambat tertinggi terhadap Staphylococcus aureus dicapai pada level 60 ml/L.

Tetapi pemakaian sediaan khlor yang terus menerus dapat menyebabkan iritasi jaringan dan menyebabkan granulasi yang berlebihan dari jaringan yang mengalami kesembuhan.

3. Yodium ( I )

Yodium adalah bahan pembasmi kuman yang berspektrum luas yang cepat dan efektif terhadap semua bakteri penyebab mastitis, jamur, virus dan spora bakteri. Yodium mempunyai kemampuan menembus sel yang sangat tinggi dan karena adanya gangguan metabolisme di dal;am protoplasma, kuman akan mati. Kuman akan mati di dalam larutan yodium 50 ppm selama satu menit dan untuk spora kuman dibutuhkan waktu 15 menit. Selain itu dapat juga digunakan untuk mengobati luka baik yang disebabkan oleh bakteri, jamur, maupun parasit.

Disamping keampuhannya, Yodium memiliki kelemahan yaitu menyebabkan rasa perih pada luka, bersifat korosif atau merusak alat- alat kedokteran, meninggalkan warna pada jaringan, meninggalkan luka parut yang berlebihan dan bersifat toksik. Akan tetapi dengan ditemukannya polyvinyl pyrrolidon, sediaan yodium dapat dicampurkan dan kelemahan yodium di atas dapat ditekan. Rasa tidak perih, tidak korosif, tidak meninggalkan warna pada jaringa, tidak meninggalkan luka parut dan tidak toksik.Gabungan sediaaan iodium dengan polyvinyl pyrrolidon di kenal dengan povidone iodine. Contoh yang beredar di pasaran seperti yng kita kenal dengan merek dagang betadine, biosepton, dan lain-lain, dengan kadar povidon iodine 10%. Karena sifat-sifat yang dimiliki povidone iodine ini maka secara internasional direkomendasikan untuk dijadikan bahan teat dipping dengan konsentrasi 1-2 %. Semakin tinggi konsentrasi antiseptik maka kemampuan menghambat Staphylococcus aureus akan menurun. Hal ini karena jumlah air berkurang sehingga menurunkan aktivitas katalitik terhadap denaturasi protein mikroba.

Guna mengencerkan sediaan povidon iodine dari 10% menjadi 1 atau 2 %, digunakan rumus pengenceran yaitu V1. M1 = V2. M2. Misalnya menginginkan sediaan 1% dalam larutan 50 ml pengencer atau air, maka : V1.10 = 50.1. V1= 5 ml. V2-V1 = 50-5 = 45 ml. Jadi dibutuhkan 5 ml povidon dan 45 ml cairan atau air. Dengan cara yang sama bisa dibuat konsentrat 2% dan kosentrasi yang lain.

Sediaan yang diperoleh sudah siap dijadikan cairan untuk teat dipping. Aplikasinya, setelah proses pemerahan satu ekor selesai, cairan yang telah dimasukkan dalam dipper khusus, dimasukkan sesaat dalam puting, secara bergantian sampai keempat puting. Setelah dipping selesai dilanjutkan dengan pemerahan sapi yang lain dan diakhiri dengan celup puting seperti di awal. Dari penelitian, cara ini dapat menurunkan infeksi baru sebesar 50%.

Teat dipping yang dilakukan setelah pemerahan merupakan strategi manajemen yang baik untuk mengurangi laju infeksi baru intramammary pada sapi perah sehingga kasus mastitis dapat di tekan serendah mungkin. Disamping itu perlu dilakukan teknik pemerahan susu yang tepat, dipping peralatan pemerahan, desinfeksi kandang, progam pengeringan sapi bunting 7 bulan, pengobatan antibiotik yang tepat pada kasus mastitis klinis dan afkir sapi yang terinfeksi kronis.

Jumat, Maret 04, 2011

KaMBing PE( Peranakan Etawa)

TINJAUAN PUSTAKA

Kambing Peranakan Etawah (PE) merupakan kambing hasil persilangan kambing Etawah (kambing jenis unggul dari India) dengan kambing Kacang (kambing asli Indonesia). Kambing PE dapat beradaptasi dengan kondisi iklim Indonesia, mudah dipelihara dan merupakan ternak jenis unggul penghasil daging juga susu. Produksi daging kambing PE lebih tinggi dibandingkan dengan kambing kacang. Bobot badan Kambing PE jantan dewasa antara 65 – 90 kg dan yang betina antara 45 – 70 kg. Produksi susu bisa mencapai 1 – 3 liter/hari. Kambing PE juga sangat prospektif untuk usaha pembibitan. Harga anak kambing PE bisa 3 – 5 kali lipat harga anak kambing lokal. Kambing PE beranak pertama kali pada umur 16 – 18 bulan dan dalam waktu 2 tahun bisa beranak 3 kali jika diusahakan secara intensif dengan hasil anak kembar 2 – 3 ekor/induk.

v Ciri – Ciri Kambing PE

Postur tubuh tinggi, untuk ternak jantan dewasa gumba/pundak 90 – 110 cm dan betina 70 – 90 cm. Kaki panjang dan bagian paha ditumbuhi bulu/rambut panjang, Profil (bagian atas hidung) tampak cembung Telinga panjang (25 – 40 cm) terkulai ke bawah. Warna bulu umumnya putih dengan belang hitams atau coklat. Tetapi ada juga yang polos putih, hitam atau coklat.

Pemilihan Bibit

1. Bibit Kambing PE yang baik :

• Sehat, tidak cacat fisik dengan nafsu makan besar dan aktif,

• Bulu bersih dan mengkilat,

• Dada lebar dan dalam, kaki kurus dan kuat,

• Berasal dari keturunan kembar dan induk tidak sedarah.

2. Bibit Kambing PE jantan yang baik :

• Postur tubuh tinggi besar dan gagah,

• Kaki panjang dan tumit tinggi,

• Alat kelamin normal dan nafsu sex besar,

3. Bibit Kambing PE betina yang baik :

• Bersifat keibuan dan pandai mengasuh anak,

• Alat kelamin normal,

• Mempunyai ambing yang simetris, kenyal dan tidak ada bekas luka.

v Perkembangbiakan
Perkawinan dapat menghasilkan kebuntingan bila dilakukan pada saat kambing betina dalam keadaan birahi. Kambing betina birahi pertama pada saat umur 6 – 8 bulan tetapi belum dapat dikawinkan menunggu dewasa tubuh pada umur 10 – 12. Sedangkan kambing jantan sebaiknya dikawinkan setelah umur 12 bulan.

Tanda – tanda birahi pada kambing betina antara lain :

2. Gelisah, nafsu makan berkurang, ekor dikibas – kibaskan serta terus – menerus

mengembik
2. Alat kelamin bengkak, berwarna merah serta

mengeluarkan sedikit lendir bening

3. Masa birahi berlangsung selama 24 – 45 jam dan

akan terulang dengan siklus 18 – 20 hari

Bila kambing betina telah menunjukkan gejala birahi maka sebaiknya segera

dikawinkan. Perkawinan dapat dilakukan dengan dua cara:

1. Kawin alam

Kawin yang dilakukan dengan memasukkan kambing betina ke kandang pejantan selama 2 hari

2. Kawin suntik / IB

Kawin yang dilaksanakan dengan cara memasukkan sperma beku yang mutu genetiknya terjamin.

Alat aLaT pEmEraH sUsU

1. Mesin perah susu portable
Spoiler for gambar:




Mesin perah Susu Portable adalah alat perah yang flexible dalam pemakaiannya karena dapat di akses kemana-mana cocok untuk kandang sapi perah koloni. harga terjangkau dan kwalitas barang bermutu, bisa meningkatkan penambahan produktifitas mencapai 20 – 30 % susu. Mesin ini ada 2 (dua) macam yang Pertama dilengkapi dengan Duovag yang berfungsi untuk sebagai alat kontrol susu, sehingga saat susu habis alat ini bekerja maximal dan dengan sendirinya vacum menghisap susu akan beralih ke proses diafragma pemijatan saja . Sehingga menjadi aman untuk sapi yang diperah karena tidak sampai terjadi pemerahan normal yaitu pemijatan dan hisapan. Yang Kedua dengan tanpa Duovag seperti halnya dengan alat perah yang pada umumnya yang menjadi perbedaan seluruh alat perah DeLaval selalu menggunakan vacum oil yang menjadi kerja alat semakin maksimal dan suara mesin tidak keras.




2. System Pemerahan dengan Bucket Milking
Spoiler for Gambar:




Mesin Pemerah Susu Delaval BMS ( Bucket Milking System ) Yaitu alat perah yang menggunakan Bucket Milkcan dengan satuan rangkaian system dimana dalam pemerahan akan dapat mempersingkat durasi waktu pelaksanaan dengan sebuah pertimbangan yaitu sapi akan mengalami reflexi secara optimal

3. Milk Cooling Unit
Spoiler for gambar:






Alat Pendingin (Cooling Unit) dengan menggunakan sistem pendinginan secara Dirrect yaitu langsung pendinginan tanpa didahului dengan proses penyemprotan es bank sehingga di dalam pelaksanaannya dapat menghemat listrik dan pada proses pendinginannyapun berjalan dengan sangat cepat. Kapasitas kwantitas Cooling mulai dari 2000 lt, 3000 lt dan 5000 lt.



Kepala Program Agribisnis Ternak Ruminansia


drh.Yeti Hariyani,S.Pd